OPPO Reno 15 Terbaru Hadir dengan Peningkatan Kamera dan Performa
OPPO resmi menghadirkan Reno 15 sebagai smartphone terbaru dengan peningkatan pada sektor kamera, performa, dan daya tahan baterai untuk pasar kelas menengah.
Memuat...
Peretas yang dikenal dengan nama Bjorka kembali menggemparkan dunia maya setelah mengeluarkan peringatan terhadap dua bank besar di Indonesia, yaitu Bank Central Asia (BCA) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Dalam unggahan di platform media sosial X pada 5 Februari 2025, Bjorka menyebut bahwa kedua bank tersebut serta beberapa institusi keuangan lainnya berpotensi menjadi target serangan ransomware
Nasional - Peretas yang dikenal dengan nama Bjorka kembali menggemparkan dunia maya setelah mengeluarkan peringatan terhadap dua bank besar di Indonesia, yaitu Bank Central Asia (BCA) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Dalam unggahan di platform media sosial X pada 5 Februari 2025, Bjorka menyebut bahwa kedua bank tersebut serta beberapa institusi keuangan lainnya berpotensi menjadi target serangan ransomware dalam waktu dekat.
Table of contents [Show]
Bjorka mengklaim bahwa kelompok peretas telah menargetkan sistem keamanan bank untuk menyebarkan ransomware yang dapat mengenkripsi data dan mengganggu layanan perbankan. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait gangguan operasional di BCA maupun BSI.
Menanggapi ancaman ini, BCA melalui EVP Corporate Communication & Social Responsibility, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa informasi yang beredar terkait kebocoran data nasabah BCA tidak benar. "Kami memastikan sistem keamanan kami tetap terjaga dan data nasabah tetap aman. Kami juga mengimbau nasabah untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan BCA," ujarnya.
Sementara itu, SVP Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi kebocoran data nasabah BSI. "Kami terus meningkatkan keamanan sistem kami dan mengedukasi nasabah agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi," kata Wisnu.
Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, menyoroti bahwa klaim Bjorka masih diragukan. Jika benar terjadi serangan ransomware, seharusnya ada gangguan operasional pada sistem bank yang bersangkutan. Hingga saat ini, tidak ada bukti nyata terkait enkripsi atau penguncian data oleh ransomware di BCA maupun BSI.
Selain itu, Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, mengungkapkan bahwa tagar #RansomwareBCA yang sempat trending di media sosial kemungkinan besar dipengaruhi oleh akun-akun bot. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ancaman Bjorka bisa jadi merupakan bentuk propaganda atau strategi lain yang belum diketahui motifnya.
Meski klaim Bjorka belum terbukti, baik BCA maupun BSI tetap mengimbau nasabah untuk berhati-hati. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengamankan data perbankan antara lain:
Keamanan siber di sektor perbankan terus menjadi perhatian utama, terutama dengan meningkatnya ancaman serangan digital. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di dunia maya.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
OPPO resmi menghadirkan Reno 15 sebagai smartphone terbaru dengan peningkatan pada sektor kamera, performa, dan daya tahan baterai untuk pasar kelas menengah.
Mulai Februari 2026, dokumen girik dan letter C tidak lagi diakui sebagai bukti kepemilikan tanah. Pemerintah mengimbau masyarakat segera mengurus sertifikat tanah melalui BPN guna memperoleh kepastian hukum.
ASUS memutuskan tidak merilis smartphone baru pada 2026 dan mengalihkan fokus bisnis ke pengembangan produk berbasis kecerdasan buatan serta perangkat komputer.