Final LCC 4 Pilar Kalbar Diulang Usai Polemik Penilaian Juri
MPR RI memutuskan mengulang final LCC Empat Pilar Kalimantan Barat usai polemik penilaian juri viral di media sosial.
Memuat...
Rupiah mulai menguat ke level Rp17.475 per dolar AS setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah akibat tekanan pasar global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menunjukkan penguatan setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam beberapa waktu terakhir. Pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, rupiah bergerak menguat ke kisaran Rp17.475 per dolar AS.
Sebelumnya, mata uang Garuda sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.528 per dolar AS akibat tekanan pasar global dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi internasional.
Pemerintah dan Bank Indonesia memastikan kondisi ekonomi nasional masih dalam keadaan terkendali. Stabilitas inflasi, cadangan devisa yang kuat, serta pertumbuhan ekonomi domestik disebut menjadi faktor yang membantu menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah.
Penguatan rupiah juga dipengaruhi sentimen positif dari pasar keuangan global serta langkah antisipasi yang dilakukan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
Meski mulai membaik, masyarakat dan pelaku usaha tetap diminta mewaspadai dinamika ekonomi global yang masih dapat memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
MPR RI memutuskan mengulang final LCC Empat Pilar Kalimantan Barat usai polemik penilaian juri viral di media sosial.
Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada 17 Mei 2026 untuk menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah sebagai penentu Hari Raya Idul Adha di Indonesia.
WHO memastikan kasus hantavirus di kapal pesiar tidak berpotensi menjadi epidemi besar. Risiko penyebaran dinilai rendah karena virus ini tidak mudah menular antar manusia.