Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menunjukkan penguatan setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam beberapa waktu terakhir. Pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, rupiah bergerak menguat ke kisaran Rp17.475 per dolar AS.
Sebelumnya, mata uang Garuda sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.528 per dolar AS akibat tekanan pasar global dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi internasional.
Pemerintah dan Bank Indonesia memastikan kondisi ekonomi nasional masih dalam keadaan terkendali. Stabilitas inflasi, cadangan devisa yang kuat, serta pertumbuhan ekonomi domestik disebut menjadi faktor yang membantu menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah.
Penguatan rupiah juga dipengaruhi sentimen positif dari pasar keuangan global serta langkah antisipasi yang dilakukan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
Meski mulai membaik, masyarakat dan pelaku usaha tetap diminta mewaspadai dinamika ekonomi global yang masih dapat memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.