Wamenhaj Klaim Kasus Haji Ilegal 2026 Turun Drastis
Wamenhaj Dahnil Anzar menyebut jumlah kasus haji ilegal pada musim haji 2026 menurun tajam berkat pengawasan ketat dan penindakan hukum yang lebih tegas.
Memuat...
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Hijriyah. Rajab termasuk dalam empat bulan haram (suci) yang dimuliakan dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Hijriyah. Rajab termasuk dalam empat bulan haram (suci) yang dimuliakan dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)
Keempat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan-bulan ini dimuliakan karena di dalamnya dilarang melakukan perbuatan dosa, dan umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan. Berikut adalah beberapa keutamaan bulan Rajab:
Table of contents [Show]
Rajab sebagai bulan haram menjadi momen yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Pada bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan, dan setiap dosa memiliki konsekuensi yang lebih besar. Karenanya, umat Islam disarankan untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjauhi perbuatan maksiat.
Bulan Rajab adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar (memohon ampunan) kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Perbanyaklah istighfar di bulan Rajab, karena pada bulan itu Allah memiliki waktu di mana doa orang yang memohon ampun akan dikabulkan.”
Dengan memperbanyak istighfar, hati menjadi lebih tenang dan hubungan dengan Allah semakin dekat.
Rajab dianggap sebagai bulan awal untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan. Umat Islam dianjurkan untuk mulai memperbaiki kualitas ibadah, seperti memperbanyak puasa sunnah, shalat malam, serta membaca Al-Qur'an. Pepatah Arab menyebutkan:
“Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk menyiram, dan Ramadan adalah bulan panen.”
Meskipun tidak ada puasa khusus di bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa ayyamul bidh (puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah). Puasa sunnah ini menjadi cara untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah.
Bulan Rajab juga dikenal sebagai bulan terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj, yaitu perjalanan malam Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit untuk menerima perintah shalat. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim.
Bulan Rajab adalah momentum yang tepat untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita manfaatkan bulan ini dengan memperbanyak amal shalih, seperti berpuasa, bersedekah, berzikir, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat keberkahan di bulan suci ini.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
Wamenhaj Dahnil Anzar menyebut jumlah kasus haji ilegal pada musim haji 2026 menurun tajam berkat pengawasan ketat dan penindakan hukum yang lebih tegas.
Penetapan Idul Fitri 2026 di Indonesia berpotensi berbeda. Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran pada 20 Maret 2026, sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal.
Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026 setelah pelaksanaan sidang isbat. Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar berdasarkan hasil rukyatul hilal dan perhitungan hisab yang telah memenuhi kriteria penetapan awal bulan.