Jakarta, 3 Januari 2026 — Pemerintah Indonesia telah mengonfirmasi bahwa varian baru influenza yang kerap disebut “super flu” atau subclade K dari virus Influenza A (H3N2) kini sudah terdeteksi di Tanah Air. Varian ini mulai ditemukan melalui pemeriksaan laboratorium sejak akhir Desember 2025.
Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan, puluhan kasus infeksi telah teridentifikasi di beberapa wilayah sejak akhir tahun lalu. Total kasus yang ditemukan tersebar di beberapa provinsi, dengan jumlah tertinggi dilaporkan di wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas pasien yang terkonfirmasi merupakan perempuan dan anak-anak.
Varian subclade K ini muncul karena mutasi alami virus influenza yang terus berkembang. Akibat perubahan struktur virus, sistem kekebalan tubuh manusia—termasuk yang sudah mendapatkan vaksin flu—tidak selalu dapat mengenalinya secara sempurna. Kondisi ini membuat virus memiliki potensi menular lebih cepat dan gejalanya bisa terlihat lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.
Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa infeksi dengan subclade K dapat memicu gejala yang lebih berat, seperti demam tinggi (39–41 °C), nyeri otot berat, kelelahan ekstrem, batuk kering, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan yang lebih kuat daripada flu biasa. Penularan pun dinilai cepat, di mana satu orang yang terinfeksi bisa menularkan virus ke dua hingga tiga orang lain.
Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa situasi masih terkendali dan belum mencapai tingkat darurat. Meski gejalanya dapat lebih berat, virus ini tetap termasuk influenza musiman dan belum menunjukkan tingkat kematian yang jauh lebih tinggi dibandingkan strain flu lainnya.
Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan langkah pencegahan, terutama bagi kelompok yang rentan seperti anak-anak dan lansia.