JAMBIKINi.ID – Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu penutupan sejumlah wilayah udara di kawasan Timur Tengah berdampak pada ribuan warga negara Indonesia. Sedikitnya 58.000 jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di berbagai bandara transit dan wilayah Arab Saudi.
Situasi ini memicu kekhawatiran keluarga jemaah di tanah air, terutama terkait kepastian jadwal kepulangan dan kondisi logistik para jemaah selama menunggu situasi penerbangan kembali normal.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, mendesak pemerintah melalui KBRI dan kementerian terkait agar segera mengambil langkah mitigasi cepat. Ia menekankan pentingnya pendataan jemaah terdampak, penyediaan akomodasi yang layak, hingga penyusunan skema pemulangan yang aman dan terukur.
Menurutnya, negara wajib hadir memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman serta memperoleh kebutuhan logistik yang cukup. Ia juga meminta adanya kepastian informasi satu pintu guna mencegah kepanikan keluarga di Indonesia.
Secara terpisah, Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, turut menegaskan bahwa perlindungan maksimal bagi seluruh WNI merupakan mandat konstitusi yang tidak boleh dikompromikan dalam situasi apa pun. Pemerintah didorong tidak hanya menyampaikan imbauan administratif, tetapi juga memastikan adanya skema pemulangan yang jelas, terukur, serta memiliki kepastian waktu.
Saat ini, ribuan jemaah umrah berada dalam posisi rentan akibat dinamika global yang berkembang cepat. Pemerintah diharapkan segera menyampaikan perkembangan terbaru secara transparan agar keluarga jemaah di Indonesia tetap tenang dan mendapatkan informasi yang akurat.