Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.
Memuat...
Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh warga Banyuwangi, Situbondo, hingga Jember. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Banyuwangi, 26 September 2025 – Gempa bumi berkekuatan 5,7 magnitudo (M5,7) mengguncang wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (25/9) pukul 16.04 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 46 km timur laut Banyuwangi, dengan kedalaman 12 km.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh warga Banyuwangi, Situbondo, hingga Jember. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Banyuwangi: 7 rumah di Kecamatan Wongsorejo mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Situbondo: Puluhan rumah rusak, termasuk satu tempat ibadah yang mengalami kerusakan atap.
Jember: Sebuah rumah milik nenek berusia 81 tahun roboh, namun korban hanya mengalami luka ringan.
Meski kerusakan cukup luas, hingga kini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
BMKG menyebut gempa Banyuwangi ini termasuk gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di sekitar wilayah tersebut. Setelah guncangan utama, tercatat 24 gempa susulan, dengan magnitudo tertinggi M3,6.
Pihak BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
BPBD Banyuwangi, Situbondo, dan Jember telah melakukan kaji cepat serta penanganan darurat. BNPB juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan segera tersalurkan ke lokasi terdampak.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.
Sejumlah warga di Jember dan Bondowoso melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada 19 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena penggunaan metode hisab tradisional berbasis kitab klasik oleh sebagian kalangan pesantren, yang tidak sama dengan penetapan pemerintah. Meski berbeda, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung aman dan kondusif dengan pengamanan aparat gabungan.
Penetapan Idul Fitri 2026 di Indonesia berpotensi berbeda. Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran pada 20 Maret 2026, sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal.