Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.
Memuat...
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1446 H pada Sabtu, 29 Maret 2025. Sidang ini akan berlangsung di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, dan akan dihadiri oleh para ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi keagamaan Islam.
Jakarta, 23 Maret 2025 – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1446 H pada Sabtu, 29 Maret 2025. Sidang ini akan berlangsung di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, dan akan dihadiri oleh para ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi keagamaan Islam.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa sidang isbat akan diawali dengan pemaparan posisi hilal oleh para ahli astronomi pada pukul 16.30 WIB. Setelah magrib, proses verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di Indonesia akan dilakukan sebelum keputusan final diumumkan.
Menurut perhitungan astronomi, ijtimak atau konjungsi bulan akan terjadi pada 29 Maret 2025 sekitar pukul 17.57 WIB. Saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan masih berada pada ketinggian antara -3° 15,47' hingga -1° 4,57', dengan sudut elongasi 1° 12,89' hingga 1° 36,38'. Dengan posisi tersebut, hilal kemungkinan besar belum dapat terlihat secara kasat mata sesuai kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat) yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.
Meski demikian, keputusan resmi mengenai penetapan 1 Syawal 1446 H akan diumumkan setelah sidang isbat. Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan bahwa Hari Raya Idulfitri 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menyatakan bahwa ada kemungkinan Lebaran tahun ini dirayakan serentak oleh seluruh umat Islam di Indonesia, karena posisi hilal yang rendah dapat menyebabkan kemungkinan besar 1 Syawal jatuh pada tanggal yang sama bagi seluruh ormas Islam.
Pemantauan hilal akan dilakukan di 33 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, pemantauan di wilayah Bali ditiadakan karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal yang sama.
Keputusan akhir dari sidang isbat ini akan disampaikan secara resmi oleh Kementerian Agama melalui konferensi pers yang akan disiarkan secara langsung melalui televisi dan media sosial resmi Kemenag.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.
Sejumlah warga di Jember dan Bondowoso melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada 19 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena penggunaan metode hisab tradisional berbasis kitab klasik oleh sebagian kalangan pesantren, yang tidak sama dengan penetapan pemerintah. Meski berbeda, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung aman dan kondusif dengan pengamanan aparat gabungan.
Penetapan Idul Fitri 2026 di Indonesia berpotensi berbeda. Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran pada 20 Maret 2026, sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal.